Latest Posts

Jenis Ayam Broiler

Jenis Ayam Broiler

Sabungayamindonesiaku.org – Ayam pedaging, atau ayam pedaging, adalah keturunan unggul persilangan dari negara-negara ayam yang memiliki produktivitas tinggi, terutama dalam produksi daging ayam. Ayam pedaging adalah hasil dari persilangan dan sistem berkelanjutan, sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas genetiknya baik.

Mutu genetik yang baik akan muncul secara maksimal apabila ayam tersebut diberi faktor lingkungan yang mendukung, misalnya pakan yang berkualitas tinggi, sistem perkandangan yang baik, serta perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Ayam broiler merupakan ternak yang paling ekonomis bila dibandingkan dengan ternak lain, kelebihan yang dimiliki adalah kecepatan pertambahan/produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat atau sekitar 4 – 5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan atau dikonsumsi.

Keunggulan ayam broiler antara lain pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak. Perkembangan yang pesat dari ayam ras pedaging ini juga merupakan upaya penanganan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Perkembangan tersebut didukung oleh semakin kuatnya industri hilir seperti perusahaan pembibitan (Breeding Farm) yang memproduksi berbagai jenis strain.

Dengan berbagai macam strain ayam broiler yang telah beredar dipasaran antara lain:

Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707

Ayam Broiler dari waktu ke waktu

Tahun 1800an – 1900an
Di Eropa dan Amerika unggas dipelihara pada skala rumah tangga (sistem backyard farming), ayam hidup dan telur ayam digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan kelebihannya dijual ke tetangga.

Tahun 1920an – 1930an
Merupakan awal dari produksi ayam broiler. Tingginya permintaan telur menyebabkan lebih banyak ayam petelur yang dipelihara sehingga ada kelebihan jumlah ayam jantan. Petani menjual kelebihan ayam jantan tersebut sebagai unggas penghasil daging. Selanjutnya terjadi peningkatan permintaan ayam pedaging. Petani menyadari bahwa sebagian jenis ayam sesuai untuk menghasilkan telur sedangkan lainnya sesuai sebagai penghasil daging sehingga ayam dipelihara dengan single purpose, yaitu sebagai penghasil telur saja (layer) atau daging saja (broiler) sehingga produksinya lebih terfokus dan efisien. Ayam dual purpose kurang populer karena produksinya sedang. Telur dan ayam dijual di pasar lokal.

Baca juga : Jenis Ayam kampung

Tahun 1940an
Seleksi genetik, peningkatan nutrisi, ilmu kesehatan hewan, dan kontrol lingkungan mulai diperhatikan pada tahun 1940an untuk meningkatkan performans broiler. Pada tahun 1945, pengusaha Amerika pemilik Atlantik & Pacific Tea Company menyelenggarakan kontes bertema “Chicken of Tomorrow”. Babak kualifikasi berlangsung pada tahun 1946 – 1947, sedangkan final pada tahun 1948. Penilaian broiler berdasarkan pada beberapa faktor, antara lain laju pertumbuhan, konversi ransum, produksi daging dada dan paha. Pembibit yang unggul dalam kontes tersebut antara lain Peterson, Vantress, Cobb, Hubbard, Pilch, dan Arbor Acres. Seleksi dilakukan secara sederhana melalui metode mass selection berdasarkan karakteristik individu saja, yaitu dengan memilih ayam jantan dan betina dengan bobot terbesar. Sekitar 20 – 40% sifat dapat terkontrol dengan seleksi sederhana ini.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengembangkan sistem penilaian karkas (carcass grading) broiler pada tahun 1949 dengan tujuan untuk membantu konsumen mengetahui kualitas karkas dan menetapkan standar yang harus dicapai peternak[2].

Tahun 1950an – 1960an
Industri ayam broiler mengembangkan semua aspek produksi, pemrosesan, maupun pemasaran sehingga hasilnya lebih efisien dan menguntungkan. Strategi pemasaran ditunjang dengan TV dan media massa untuk mempromosikan konsumsi daging ayam, kalkun, dan telur. National Broiler Council didirikan pada tahun 1954 untuk menstimulasi permintaan konsumen, namanya diganti menjadi National Chicken Council pada tahun 1990. Inspeksi atas industri broiler dilakukan secara mandatoris oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mulai tahun 1959.

Tahun 1970an
Produksi ayam broiler modern semakin berkembang pada tahun 1970an, penelitian mulai banyak dilakukan, banyak penemuan baru mengenai nutrisi, program penanganan penyakit dan teknologi. Kontributor yang penting pada era tersebut adalah mekanisasi processing dan teknologi otomatis. Peningkatan permintaan terhadap daging ayam broiler sangat pesat pada tahun 1980an, daging ayam dianggap sebagai sumber protein hewani yang menyehatkan dan murah jika dibandingkan dengan daging komoditas ternak lainnya. Konsumen memilih ayam yang dijual dalam bentuk potongan (cut up chicken) karena lebih praktis. Daging ayam beku siap olah mulai populer pada era ini. Berbagai restoran makanan cepat saji (fast food) berbahan baku ayam mulai berkembang, berkompetisi dengan restoran ternama seperti Mc Donald’s dan KFC. Konsumsi daging ayam di Amerika Serikat pada tahun 1992 melebihi daging sapi.

Tahun 1980an – 1990an
Sistem seleksi di tingkat broiler pembibit juga mulai berkembang pada tahun 1980an – 1990an. Teori indeks seleksi berdasarkan performans keluarga yang dilakukan pada tahun 1970an dikembangkan menjadi metode seleksi dengan BLUP (best linear unbiased prediction) berdasarkan performans individu dan keluarga sehingga dapat diketahui bagaimana suatu sifat berkaitan satu sama lain. Seleksi yang dilakukan terus menerus diikuti dengan inovasi untuk menggabungkan siat-sifat unggul dan mengeliminasi sifat-sifat yang kurang menguntungkan. Pada tahun 2000an hanya ada tiga perusahaan pembibit yang tersisa, yaitu Cobb-Vantress (mencakup brand Cobb, Avian, Sasso, dan Hybro), Aviagen (mencakup brand Ross, Arbor Acres, Lohmann, Indian River, dan Peterson), serta Groupe Grimaud (mencakup brand Hubbard dan Grimaud Frere).

Tahun 1990an – 2000an
Permintaan pasar internasional pada tahun 1990an – 2000an tidak hanya mencakup daging dada, tetapi juga paha (leg quarters) dan cakar, terutama di Asia. Sebanyak 20% daging ayam dari Amerika Serikat diekspor ke berbagai negara. Konsep HACCP (hazard snalysis and vritical control points) mulai dikembangkan sejak 26 Januari 1998 untuk mengatur mengenai keamanan pangan dari aspek produksi, restoran, dan industri penyedia pangan (US Poultry and Egg Association, 2009). Industri perunggasan pada tahun 2000an terfokus pada empat hal, yaitu apakah aman bagi kesehatan manusia, apakah ternak terpenuhi kesejahteraannya, apakah mempengaruhi finansial konsumen, dan apakah menjamin keberlanjutan jangka panjang bagi industri.

Jenis Ayam kampung

Jenis Ayam kampung

Sabungayamindonesiaku.org – Jika ayam di Indonesia telah dipelihara dan tidak dikelola / dibudidayakan dalam jumlah komersial dan tidak berasal dari strain atau breed yang diproduksi untuk kepentingan komersial ini.

Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.

Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus. Aktivitas peternakan ayam kampung telah ada sejak zaman dahulu.

lingkungan

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing.

Istilah ayam kampung semula adalah kebalikan dari istilah ayam ras, dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan. Namun, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung.

Baca juga : Jenis Ayam Hutan Hijau

Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya. Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah.

Riwayat Perkembangan

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat. Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya.

Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat. Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air. Sampai sekarang sistem upeti dalam arti perpindahan barang (ayam kampung) dari desa ke kota masih tetap ada. Bedanya, saat ini perpindahan tersebut lebih bersifat bisnis.

Jenis Ayam Hutan Hijau

Jenis Ayam Hutan Hijau

Sabungayamindonesiaku.org – Jenis ayam ini termasuk unggas dari ras Phasianidae, yang sebagai keluarga ayam, puyuh, merak, dan sempidan. Ayam hutan diyakini sebagai nenek moyang sebagian ayam peliharaan yang ada di Nusantara. Ayam ini disebut dengan berbagai nama di berbagai tempat, seperti canghegar atau cangehgar, ayam alas, ajem allas atau tarattah.

Memiliki nama ilmiah Gallus varius (Shaw, 1798), ayam ini dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Green Junglefowl, Javan Junglefowl, Forktail, atau Green Javanese Junglefowl, merujuk pada warna dan asal tempatnya.

Kebiasaan

Ayam yang menyukai daerah terbuka dan berpadang rumput, tepi hutan dan daerah dengan bukit-bukit rendah dekat pantai. Ayam-hutan Hijau diketahui menyebar terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bali. Di Jawa Barat tercatat hidup hingga ketinggian 1.500 m dpl, di Jawa Timur hingga 3.000 m dpl dan di Lombok hingga 2.400 m dpl.

agi dan sore ayam ini biasa mencari makanan di tempat-tempat terbuka dan berumput, sedangkan pada siang hari yang terik berlindung di bawah naungan tajuk hutan. Ayam-hutan Hijau memakan aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti laba-laba, cacing, kodok dan kadal kecil.

Ayam ini kerap terlihat dalam kelompok, 2 – 7 ekor atau lebih, mencari makanan di rerumputan di dekat kumpulan ungulata besar seperti kerbau, sapi atau banteng. Selain memburu serangga yang terusik oleh hewan-hewan besar itu, Ayam-hutan Hijau diketahui senang membongkar dan mengais-ngais kotoran herbivora tersebut untuk mencari biji-bijian yang belum tercerna, atau serangga yang memakan kotoran itu.

Pada malam hari, kelompok ayam hutan ini tidur tak berjauhan di rumpun bambu, perdu-perduan, atau daun-daun palem hutan pada ketinggian 1,5 – 4 m di atas tanah.

Ayam hutan hijau berbiak antara bulan Oktober-Nopember di Jawa Barat dan sekitar Maret-Juli di Jawa Timur. Sarang dibuat secara sederhana di atas tanah berlapis rumput, dalam lindungan semak atau rumput tinggi. Telur 3-4 butir berwarna keputih-putihan.

Baca juga : Ayam dipelihara, Apa manfaatnya?

Tak seperti keturunannya ayam kampung, Ayam-hutan Hijau pandai terbang. Anak ayam hutan ini telah mampu terbang menghindari bahaya dalam beberapa minggu saja. Ayam yang dewasa mampu terbang seketika dan vertikal ke cabang pohon di dekatnya pada ketinggian 7 m atau lebih. Terbang mendatar, Ayam-hutan Hijau mampu terbang lurus hingga beberapa ratus meter; bahkan diyakini mampu terbang dari pulau ke pulau yang berdekatan melintasi laut.

Pagi dan petang hari, ayam jantan berkokok dengan suaranya yang khas, nyaring sengau. Mula-mula bersuara cek-kreh.. berturut-turut beberapa kali seperti suara bersin, diikuti dengan bunyi cek-ki kreh.. 10 – 15 kali, dengan jeda waktu beberapa sampai belasan detik, semakin lama semakin panjang jedanya. Kokok ini biasanya segera diikuti atau disambut oleh satu atau beberapa jantan yang tinggal berdekatan. Ayam betina berkotek mirip ayam kampung, dengan suara yang lebih kecil-nyaring, di pagi hari ketika akan keluar tempat tidurnya.

Ayam dipelihara, Apa manfaatnya

Ayam dipelihara, Apa manfaatnya?

Sabungayamindonesiaku.org – Unggas yang biasanya dipelihara orang untuk dijadikan jalan hidup. Ayam peliharaan adalah keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai burung hutan merah atau ayam bangkiwa.

Persilangan antara ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan beragam fungsi yang paling umum adalah ayam potong dan ayam petelur. Ayam biasa juga dapat disilangkan dengan kerabat dekat, burung dari hutan hijau, yang menghasilkan hibrida jantan steril yang dikenal sebagai ayam bekisar.

Dengan populasi lebih dari 24 miliar pada tahun 2003, Firefly’s Bird Encyclopaedia menegaskan bahwa ada lebih banyak ayam di dunia ini daripada burung lain. Ayam menyediakan dua sumber protein dalam makanan: daging ayam dan telur.

Baca juga : Ayam Pakhoe

Pandangan tradisional tentang pengembangbiakan ayam di domestikasi spesies ini ditemukan dalam Encyclopædia Britannica (2007) “Manusia pertama yang memelihara ayam dari India untuk tujuan sabung ayam di Asia, Afrika dan Eropa. perhatian khusus pada produksi telur atau daging.

Habitat

Ayam peliharaan berasal dari domestikasi burung hutan merah (ayam bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Namun, tes molekuler menunjukkan kemungkinan kontribusi plasma nutfah G. sonneratii, karena ayam hutan merah tidak memiliki sifat kulit kuning, yang merupakan salah satu karakteristik ayam domestik.

Ayam-ayam tersebut menunjukkan perbedaan morfologi antara kedua jenis kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jago (jago, gallo) lebih menarik, lebih besar, memiliki jalu panjang, memiliki sisir lebih besar dan memiliki bulu ekor panjang. Betina (babon, ayam) relatif kecil, kecil, pendek atau hampir tidak terlihat, kecil dan dengan bulu ekor pendek. Perkawinan ini diatur oleh sistem hormonal. Jika ada perubahan dalam fungsi fisiologis tubuh Anda, ayam dapat mengubah jenis kelamin menjadi laki-laki karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis tidak aktif dan dapat aktif setiap saat.

Sebagai hewan peliharaan, ayam bisa mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat mudah beradaptasi dan dapat dikatakan bahwa ia dapat hidup di mana saja, selama ada makanan yang tersedia untuknya. Karena sebagian besar ayam peliharaan kehilangan kemampuan terbang yang baik, mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tanah atau, kadang-kadang, di pohon.

Ayam predator terkadang memakan ayam kecil, seperti elang.

Ayam Pakhoe

Ayam Pakhoe

sabungayamindonesiaku – Ayam aduan di negara Bangkok sudah menjadi negara yang memiliki jenis-jenis ayam adu yang terbanyak, seperti ayam Pakhoe yang sudah diincari oleh pecinta sabung ayam.

Bentuk ayam pakhoe mirip sekali dengan ayam bangkok Thailand. Ayam ini merupakan hasil persilangan antara ayam asal Malaysia dengan ayam Myanmar, ayam Thailand dan Brazil.

Ayam pakhoe memiliki ukuran tubuh yang panjang, tulangan yang mendatar dan cenderung menunduk, berbeda dengan ayam bangkok yang memiliki tubuh tegap dan gagah. Rata-rata ayam ini memiliki warna bula yang sama seperti ayam bangkok.

Ayam aduan pakhoe ini juga bisa di bedakan mana ayam pakhoe dan mana ayam yang lain tetapi mungkin agak kesulitan, namun ada cara lain untuk membedakannya yaitu dengan cara melihat dari bentuk kepala ayam yang bentuknya lonjong dan bagian kelopak matanya menjorok ke dalam.

Berikut Ciri-ciri Ayam Pakhoe

  • Memiliki kecepatan menyerang yang lebih bagus di karenakan ayam tersebut mewarisi sifat ayam burma yang rata-ratanya memiliki kecepatan dalam menyerang lebih bagus.
  • Dapat menyerang ke arah yang menuju ke badan lawan.
  • Jika terdapat jarak dengan lawan maka dapat mengeluarkan pukulan timpuk, sawat, tipam, gombel dan pranggal yang merupakan senjata utamanya ayam burma pada saat menyerang lawan.
  • Pukulannya keras. yang merupakan kelemahan dari ayam burma yang selalu tidak kuat apabila di pukul keras.
  • Ketika melakukan penyerangan ayam tersebut akan masuk mendekati lawan lewat bawah.
  • Mampu mematuk lawannya di semua di bagian tubuh lawan karena kecepatan kepalanya sangat tinggi.

Terutama bagi para juragan yang memiliki kemampuan dalam beternak, bisnis ayam aduan seperti ayam aduan Pakhoe ini bisa saja menjadi salah satu pilihan karena termasuk dalam bisnis yang survive atau dapat bertahan lama.

Ayam Pama

Ayam Pama

sabungayamindonesiaku – Tipe ayam pukul yang cukup tangguh dan mempunyai beberapa kemampuan  yang berbeda dengan jenis ayam lainnya. Ayam ini biasanya disebut Ayam Pama, karena perkawainan silang dengan jenis ayam lainnya.

Ayam pama adalah jenis ayam laga yang berasal dari Burma yang kemudian dikembangbiakan dengan dikawin silangkan dengan gen ayam Thailand, ayam saigon, ayam pakhoe dan ayam brazil.

Dari hasil perselingan tersebut menghasilkan setidaknya 5 jenis ayam pama yang sangat disukai di kalangan pengemar sabung ayam, yaitu ayam pama gostan, ayam pama mabin, ayam pama melow, ayam pama rambong, dan ayam pama kradungtong.

Baca Juga :

Ciri Ciri Ayam Pama

  • Tubuh ayam pama biasanya tidak bongsor tapi lebih besar dibandingkan dengan ayam aduan lainnya..Sejauh yang kami ketahui berat ayam pama bisa mencapai hingga 3,5 kg ini bisa membantu sang ayam untuk menghasilkan bobot pukulan yang lebih kuat,.
  • Warna bulu ayam pama juga memiliki warna yang unik dimana warna tersebut berkombinasikan dengan warna-warna yang sangat menarik seperti warna merah, abu-abu, kuning emas, ijau dan juga hitam,.
  • Biasanya ayam pama memiliki bulu yang lebat dan juga menawan, ini biasanya banyak dilihat bebotoh karena dalam peforma bertarung ayam pama akan terlihat anggun,.
  • Sedangkan untuk bentuk kaki sang ayam aduan biasanya berukuran kecil dan juga memiliki bentuk membulat seperti silinder..Memiliki tekstur kering warna kaki ayam pama juga tidak bisa dipastikan, anda harus melihat jenis ayam pama apa itu..Kalau untuk pama ori biasanya memiliki warna terang atau cerah,.
Ayam Taiwan

Ayam Taiwan

sabungayamindonesiaku – Sebagian ayam Taiwan juga memiliki teknik bertarung yang mirip dengan jenis ayam Bangkok. Pernyataan pecinta aduan sebagaimana tertulis pada profil ayam taiwan terungkap bahwa si jago muda baru berani berkelahi di saat menginjak usia 8-9 tahun.

Ayam Taiwan adalah jenis ayam laga yang memilih tubuh bisa di katakan paling besar, untuk berat badan ayam jantan bisa mencapai 7 kg sedangkan betinanya bisa mencapai 5 kg, tinggih ayam ini juga sangat tinggi mencapai 85 cm. Bentuk ayam ini seperti ayam shamo tetapi lebih besar dan berat.

Ayam aduan Taiwan memiliki gaya bertarung yang ganas, selalu menyerang dengan melancarkan pukulan-pukulan keras yang terarah dan akurat kebagian kepala dan mata lawan.

Baca Juga :

Selain kepala lawan yang selalu di jadikan sasaran serangannya, bagian leher dan punggung lawan selalu dihantam dengan serangan yang sangat agresif dan tepat.

Teknik tarung yang terkontrol dan cepat dibarengi dengan teknik menempel lawan dan memukul dalam jarak yang dekat dengan keras selalu diperagakan dalam pertarungannya.

Gaya tarung ayam aduan Taiwan terkenal tanpa diragukan lagi, bahkan pandai melancarkan pukulan keras ke bagian kepala lawan dengan tingkat akurasi tinggi.

Kepala lawan bukan hanya incaran utama, bagian lain seperti leher dan punggung turut dikunci dengan serangan agresif. Gaya teknik yang diberikan saat berkelahi tergolong sangat cepat, juga sering memperagakan “tempel pukul”, mainnya sangat rapat.

Ayam Filipina

Ayam Filipina

sabungayamindonesiaku – Jika melihat keunikan ayam yang sering di pertemukan dalam arena sabung ayam. Ada jenis ayam aduan lainya yang di ikut sertakan dalam pertarungan sabung ayam, banyak ayam yang berasal dari berbagai negara seperti ayam amerika selatan, ayam kolombia, ayam republik dominika dan ayam peru. Pada kali ini tim sabungayamindonesiaku akan membahas ayam filipina yang tidak kalah menarik juga, simak artikel di bawah ini.

Ayam Filipina adalah salah satu jenis ayam laga yang paling populer di kalangan pengemar sabung ayam. Selain mempunyai tubuh yang kekar, ayam ini juga memiliki bulu yang lebat. Warna bulunya bervariasi, mulai dari hijau, merah, putih dan kuning.

Ada lima jenis ayam filipina yang tersebar di Indonesia. Yang pertama adalah Black Bonanza, ciri yang paling menonjol dari jenis ayam ini adalah memiliki bulu yang berwarna hitam hampir di seluruh tubuhnya. Jenis berikutnya adalah White Claret, sesuai dengan namanya ayam ini memiliki warna putih yang memenuhi seluruh tubuhnya.

Ada juga yang di sebut dengan Grey Cockfight dengan bulu yang indah juga di kenal sebagai jagoaan dalam bertarung. Kemudian yang berwarna bulu merah di sebut Alba. Dan yang terakhir adalah Sweater Roundhead dengan postur tubuh yang paling tegap dan singset.

Baca Juga :

Ciri Ciri Ayam Filipina

  • ayam philipin yang paling kelihatan adalah bentuk kepala yang kecil dibanding jenis ayam lain. Hal ini yang membuat banyak pecinta sabung ayam merasa geleng kepala dengan bentuk kepala ayam filipina.
  • Badan ayam filipina merupakan yang terkecil dibandingkan ayam lain. Tentu tidak akan balance jika anda bayangkan badan ayam filipina dengan badan ayam shamo yang berasal dari jepang. Sehingga, kerap kali dalam gerakan ayam shamo masih kalah jauh dari ayam filipina karena berat badan shamo yang tidak memadai seperit ayam filipina.
Ayam Shamo

Ayam Shamo

sabungayamindonesiaku – Dibanding dengan Ayam aduan lain, masih ada jenis ayam aduan yang tidak kalah menariknya juga salah satunya Ayam Shamo, ayam ini juga sudah dikenal luar biasanya saat bertarung. mari simak artikel ini untuk mengetahui Ayam Shamo dan ciri-cirinya.

Jenis ayam laga yang satu ini tak kalah populernya dengan ayam laga lainnya. Ayam ini berasal dari Thailand, ada juga yang berasal dari Jepang, di Indonesia ayam shamo berasal dari Thiland lebih disukai dibandingkan ayam shamo Jepang.

Hal ini mungkin terjadi mungkin karena ayam Thailand sudah terkenal dengan ayam Bangkoknya di Indonesia, jadi ketika ayam shamo asal Thailand masuk ke Indonesia ayam tersebut langsung mendapatkan tempat di hati para pengemar sabung ayam.

Jika dilihat tubuh ukuran ayam shamo bisa digolongkan ayam super. Bagaimana tidak? Biasanya jeni ayam laga lainnya hanya memiliki berat bada 4–5 kg saja, sedangkan ayam shamo asal Thailand ini mempunyai berat hingga 7 kg tingginya mencapai 80 cm. Jadi sebutan ayam bangkok super sangat layak untuk ayam shamo.

Ciri Ciri Ayam Shamo

  • Memiliki bentuk tubuh yang lebih besar bila dibandingkan dengan jenis ayam aduan lainnya
  • Mempunyai paruh ayam yang lebih kuat dan tebal sehingga serangan melalui paruh akan menjadi senjata bagi Ayam Shamo saat bertarung.
  • Ayam Shamo biasanya memiliki jenis jengger telon dan jengget belimbing.
  • Selain itu, mata dari ayam shamo ini juga memiliki warna yang cerah serta memiliki otot tubuh yang kuat dan kokoh.

Tidak hanya ciri-ciri fisik saja, berikut ini juga merupakan keunggulan ayam Shamo yang perlu anda ketahui yaitu sebagai berikut :

  • Ayam shamo memiliki pukulan yang kuat sehingga mampu merobohkan lawan dalam waktu singkat karena memiliki otot yang kuat dan besar.
  • Ayam ini juga merupakan jenis ayam yang agresif dan selalu menyerang ke titik lemah lawannya, akan tetapi ayam ini tidak memiliki jaluh yang panjnag.
  • Karena memiliki badannyang besar dna kuat, ayam Shamo juga kuat terhadapo pukulan dari lawan meskipun ayam yang dihadapi memiliki pukulan yang mematikan.
  • Stamina ayam shamo juga tidak perlu diragukan lagi karena bentuk fisik yang kuat membuat ayam ini mampu bertahan meskipun pertarungan berjalan alot.

Itulah beberap ciri ayam shamo yang asli, semoga aritkel ini dapat membantu kamu untuk mengeluaskan pengetahu tentang ayam.

1 5 6 7 8